Jumat, 28 Februari 2014

(CERPEN) Kesan Selama di Aceh Tenggara dalam Berdakwah




Kegiatan Dakwah
 Kesan Selama dalam Perjalanan dan Selama Berada di Aceh Tenggara,
KutaCane, 9-12 Desember 2013

Ditulis oleh: Muhammad Iqbal, Mahasiswa Jurusan Tafsir-Hadits, Angkatan 2011

Assalamua’laikum Wr.Wb
            Alhamdulillah puji syukur kepada Allah. Saya merasa senang dan bangga karena dipercayakan untuk mewakili mahasiswa/si Fakultas Ushuluddin untuk pergi ke Aceh Tenggara, KutaCane dalam rangka Pengabdian Masyarakat Fakultas Ushuluddin. Saya bersyukur dengan mengikuti kegiatan ini dapat melihat 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. Begitu indah ciptaan Allah ketika berada di Takengon dengan udaranya yang sangat sejuk, Gayo Lues yang memiliki Bukit yang sangat luas, terjang dan sangat dingin. Di Kabupaten inilah saya merasa ketakutan yang sesungguhnya di samping jalannya yang sempit tanpa pembatas jurangnya dan juga jalannya yang licin bekas tanah longsor. Inilah yang dinamakan perjuangan dalam berdakwah.
            Sampai di KutaCane, syukur alhamdulillah kepada Allah, karena saya baru First Time ke Ibu Kota Aceh Tenggara ini. Sungguh perjalanan yang sangat melelahkan tapi mengasikkan. Aceh tenggara merupakan Kabupaten yang terletak di ujung Provinsi Aceh. Kabupaten ini merupakan Kabupaten yang masyarakatnya heterogen artinya masyarakat di sini terdiri dari beberapa agama, yaitu Islam, Kristen (Katolik dan Protestan), dan Budha.
            Masyarakat asli yang menggunakan bahasa Alas hanyalah bekisar 30 %, 20 % dari luar Aceh Tenggara seperti daerah Gayo, Minang, Tamiang, Jawa dan daerah Aceh lainnya yang ada di Provinsi Aceh. Sedangkan bekisar 50 % lagi dari suku Batak dan China. Suatu hal baru yang saya dapatkan adalah bahwa bukti realita Al-Quran di dalam surat Al-Baqarah ayat 120 itu benar, yang berbunyi :
`s9ur 4ÓyÌös? y7Ytã ßŠqåkuŽø9$# Ÿwur 3t»|Á¨Y9$# 4Ó®Lym yìÎ6®Ks? öNåktJ¯=ÏB 3 ö@è% žcÎ) yèd «!$# uqèd 3yçlù;$# 3 ÈûÈõs9ur |M÷èt7¨?$# Nèduä!#uq÷dr&y÷èt/ Ï%©!$# x8uä!%y` z`ÏB ÉOù=Ïèø9$#   $tB y7s9 z`ÏB «!$# `ÏB <cÍ<ur Ÿwur AŽÅÁtR ÇÊËÉÈ    
Ayat di atas menjelaskan bahwa Yahudi dan Nashrani tidak akan ridha kepada umat Islam sampai umat Islam mengikuti agama mereka. Hal ini tergambar bahwa Agama Kristen yang berkembang di sana memiliki misi untuk mengajak umat Islam agar memasuki agama mereka, apalagi Dinas Syariat Islam Aceh Tenggara tidak terlalu mem-Block masuknya agama kristen ke Aceh Tenggara. Sedangkan Orang China yang ada di sana hanya melakukan kegiatan perdagangan saja, tanpa ada melakukan misi seperti Kristen ( Hasil Wawancara dengan Imam Mesjid Al-Muklisin KutaCane ). Semoga saja Allah swt. Memberikan kekuatan kepada Muslim di sana, dan mengahancurkan misi Umat Kristiani dalam menghancurkan Islam. Amiin.  
            Suatu kebanggaan juga dapat kesempatan untuk memberi siraman rohani kepada anak-anak di sana. Dalam kultum saya lebih menguatkan keyakinan mereka tentang Ibadah Shalat di awal waktu, membaca Al-Quran, dan Menghormati kedua Orang Tua serta Ustadh/Ustadzah dan Guru yang mengajari mereka.
            Memang bagi orang yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di Aceh Tenggara merasa aneh dan tidak nyaman dengan kehidupan di sana yang bercampur dengan Agama lain seperti Kristen dan China, serta bangunan Gereja yang jumlahnya hampir sama dengan jumlah Masjid secara Kabupaten ini masih berada di dalam Provinsi Aceh. Akan tetapi memang beginilah realitanya perkembangan global.
            Banyak hal baru yang saya dapatkan ketika masih dalam perjalanan dan ketika sudah sampai di Aceh Tenggara, semoga pada suatu hari saya dapat melangkahkan kaki lagi ke daerah tersebut dan ingin berdakwah agar saya pribadi dan masyarakat Aceh Tenggara umumnya selalu mendapat ridha Allah dan selalu berada di dalam naunganNya. Aamiin.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar