Kesan Selama dalam
Perjalanan dan Selama Berada di Aceh Tenggara,
KutaCane, 9-12 Desember 2013
Ditulis oleh: Muhammad Iqbal, Mahasiswa Jurusan Tafsir-Hadits, Angkatan 2011
Assalamua’laikum Wr.Wb
Alhamdulillah puji
syukur kepada Allah. Saya merasa senang dan bangga karena dipercayakan untuk
mewakili mahasiswa/si Fakultas Ushuluddin untuk pergi ke Aceh Tenggara,
KutaCane dalam rangka Pengabdian Masyarakat Fakultas Ushuluddin. Saya bersyukur
dengan mengikuti kegiatan ini dapat melihat 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh.
Begitu indah ciptaan Allah ketika berada di Takengon dengan udaranya yang
sangat sejuk, Gayo Lues yang memiliki Bukit yang sangat luas, terjang dan
sangat dingin. Di Kabupaten inilah saya merasa ketakutan yang sesungguhnya di samping
jalannya yang sempit tanpa pembatas jurangnya dan juga jalannya yang licin
bekas tanah longsor. Inilah yang dinamakan perjuangan dalam berdakwah.
Sampai di
KutaCane, syukur alhamdulillah kepada Allah, karena saya baru First Time ke Ibu
Kota Aceh Tenggara ini. Sungguh perjalanan yang sangat melelahkan tapi
mengasikkan. Aceh tenggara merupakan Kabupaten yang terletak di ujung Provinsi
Aceh. Kabupaten ini merupakan Kabupaten yang masyarakatnya heterogen artinya
masyarakat di sini terdiri dari beberapa agama, yaitu Islam, Kristen (Katolik
dan Protestan), dan Budha.
Masyarakat asli
yang menggunakan bahasa Alas hanyalah bekisar 30 %, 20 % dari luar Aceh
Tenggara seperti daerah Gayo, Minang, Tamiang, Jawa dan daerah Aceh lainnya
yang ada di Provinsi Aceh. Sedangkan bekisar 50 % lagi dari suku Batak dan
China. Suatu hal baru yang saya dapatkan adalah bahwa bukti realita Al-Quran di
dalam surat Al-Baqarah ayat 120 itu benar, yang berbunyi :
`s9ur 4ÓyÌös? y7Ytã ߊqåkuŽø9$# Ÿwur 3“t»|Á¨Y9$# 4Ó®Lym yìÎ6®Ks? öNåktJ¯=ÏB 3 ö@è% žcÎ) “y‰èd «!$# uqèd 3“y‰çlù;$# 3 ÈûÈõs9ur |M÷èt7¨?$# Nèduä!#uq÷dr&y‰÷èt/ “Ï%©!$# x8uä!%y` z`ÏB ÉOù=Ïèø9$# $tB y7s9 z`ÏB «!$# `ÏB <c’Í<ur Ÿwur AŽÅÁtR ÇÊËÉÈ
Ayat di atas menjelaskan bahwa Yahudi dan Nashrani tidak akan ridha
kepada umat Islam sampai umat Islam mengikuti agama mereka. Hal ini tergambar
bahwa Agama Kristen yang berkembang di sana memiliki misi untuk mengajak umat
Islam agar memasuki agama mereka, apalagi Dinas Syariat Islam Aceh Tenggara
tidak terlalu mem-Block masuknya agama kristen ke Aceh Tenggara.
Sedangkan Orang China yang ada di sana hanya melakukan kegiatan perdagangan
saja, tanpa ada melakukan misi seperti Kristen ( Hasil Wawancara dengan Imam
Mesjid Al-Muklisin KutaCane ). Semoga saja Allah swt. Memberikan kekuatan
kepada Muslim di sana, dan mengahancurkan misi Umat Kristiani dalam
menghancurkan Islam. Amiin.
Suatu kebanggaan
juga dapat kesempatan untuk memberi siraman rohani kepada anak-anak di sana.
Dalam kultum saya lebih menguatkan keyakinan mereka tentang Ibadah Shalat di
awal waktu, membaca Al-Quran, dan Menghormati kedua Orang Tua serta
Ustadh/Ustadzah dan Guru yang mengajari mereka.
Memang bagi orang
yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di Aceh Tenggara merasa aneh dan
tidak nyaman dengan kehidupan di sana yang bercampur dengan Agama lain seperti
Kristen dan China, serta bangunan Gereja yang jumlahnya hampir sama dengan
jumlah Masjid secara Kabupaten ini masih berada di dalam Provinsi Aceh. Akan
tetapi memang beginilah realitanya perkembangan global.
Banyak hal baru
yang saya dapatkan ketika masih dalam perjalanan dan ketika sudah sampai di
Aceh Tenggara, semoga pada suatu hari saya dapat melangkahkan kaki lagi ke
daerah tersebut dan ingin berdakwah agar saya pribadi dan masyarakat Aceh
Tenggara umumnya selalu mendapat ridha Allah dan selalu berada di dalam
naunganNya. Aamiin.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
