Sabtu, 14 September 2013

(OPINI) Thanks IAIN, Welcome To UIN


Ditulis oleh:
Muliadi Abd, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Tafsir-Hadits, Fakultas Ushuluddin, IAIN Ar-Raniry.


SUDAH hampir 50 tahun sejak 05 Oktober 1963, IAIN Ar-Raniry telah berdiri tegak di dalam kawasan Kopelma Darussalam, Banda Aceh. Sebagai salah satu perguruan tertinggi yang ada di Aceh, tentu nama IAIN Ar-Raniry sudah tidak asing terdengar di teliga kita. Kampus yang berdampingan dengan Universitas Syiah Kuala ini, tentu juga telah banyak melahirkan para sarjana-sarjana hebat yang sudah berada di setiap lini pemerintahan daerah. Baik di tingkat Aceh, maupun tingkat Nasional.

IAIN Ar-Raniry telah menjadi jantung hati penduduk Aceh. bersama Universitas Syiah Kuala, IAIN Ar-Raniry mencoba untuk selalu dapat melahirkan para intelektual yang hebat. Sehingga lulusan kedua kampus tersebut mampu mendongkrak pertumbuhan dari semua lini yang ada di Aceh seperti masa kejayaan Aceh di masa lampau.

Seperti yang telah kita ketahui di atas. Tanpa terasa usia IAIN Ar-Raniry pada tanggal 05 Oktober 2013 akan genap menjadi 50 tahun. Tentunya ini bukanlah suatu hal yang biasa, dikarenakan kampus yang telah berumur setengah abad ini sudah layak untuk berganti nama dari IAIN Ar-Raniry menjadi UIN Ar-Raniry.  Dengan demikian, ilmu yang sudah ada sebelumnya akan lebih ditingkatkan serta disinergikan dengan kurikulum-kurikulum yang baru sesuai dengan kebutuhan zaman yang semakin modern.

Banyak orang yang menilai bahwa berubahnya kampus menjadi UIN itu bukanlah suatu solusi yang baik untuk meningkatkan mutu pendidikan yang ada di dalam kampus tersebut. Akan tetapi banyak orang pula yang menilai bahwa dengan berubahnya IAIN menjadi UIN adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu dunia akademik yang ada di dalam kampus. Menurut penulis, sebenarnya bukanlah sistem yang menjadikan suatu hal itu baik atau buruk. Akan tetapi yang menjadikan baik atau buruknya suatu hal yang ingin dituju adalah orang yang mengontrol sistem itu sendiri.

Pengontrolan Sistem Akademik Kampus
Penulis sangat yakin dengan berubahnya IAIN Ar-Raniry menjadi UIN Ar-Raniry, itu akan menjadi suatu langkah yang baik. Tentunya dalam hal ini, orang-orang yang mengontrol sistem dalam akademik kampus adalah pengontrol baik serta memiliki kemampuan yang mumpuni dalam menjalankan sistem tersebut. Sehingga tidak ada hal-hal yang tiada kita inginkan terjadi dalam kampus tersebut.
Pengontrolan sistem akademik kampus yang baik tentu akan berdampak positif bagi kampus tersebut. Oleh karena itu, baik atau buruknya sistem yang dijalankan berada pada orang-orang yang mengontrol sistem tersebut. Ibaratnya sebuah pisau yang akan bermanfaat bila yang menggunakannya itu orang baik, dan akan berbanding balik jika yang menggunakannya adalah orang yang jahat.

Kesalahpahaman Yang Harus Diluruskan
Banyak pihak di luar kampus yang menolak jika IAIN Ar-Raniry berubah menjadi UIN Ar-Raniry karena ditakutkan citra UIN Ar-Raniry akan melenceng dari sebelumnya. Penulis rasa itu adalah suatu hal yang keliru bahkan kurang tepat dalam memahami hal tersebut. Seperti yang telah penulis uraikan di atas bukan lah sistem yang menjadi raja untuk mengatur sistem itu sendiri, akan tetapi sistem itu tergantung kepada orang yang menjalankannya.

IAIN Ar-Raniry telah memiliki ratusan orang-orang yang hebat dalam menjalankan sistem tersebut. Oleh karena itu, rasa pesimis itu perlu kita ubah menjadi rasa optimis di dalam hati kita untuk mempercayakan orang-orang yang ada di lingkungan IAIN Ar-Raniry dalam mengontrol sistem tersebut. Jika rasa takut terus menjadi suatu faktor penghambat atas dukungan kita kepada perubahan tersebut, maka tanpa terasa kita telah menjadi manusia-manusia yang terus-menerus berada di suatu tempat atau berjalan hanya di  satu tempat, sehingga tidak pernah ada keinginan untuk melangkah maju demi kemajuan daerah bahkan agama kita yaitu Islam.

Menyadari akan hal ini, marilah kita bersama untuk bangun mendukung perubahan tersebut. Kesalahpahaman yang terjadi harus dicari kejelasannya. Sehingga dengan demikian tidak ada lagi kesalahpahamn yang ada. Walaupun jiwa kita berbeda, namun hati kita semua harus menjadi satu. Yaitu satu tujuan dan satu keinginan agar pendidikan kampus semakin jaya dan tentunya akan berdampak positif untuk perkembangan daerah di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, mari kita dengan hati yang terbuka menyambut kedatangan UIN Ar-Raniry, serta tanpa melupakan kenangan-kenangan yang pernah ada ketika bernama IAIN Ar-Raniry.
Thanks IAIN, Welcome To UIN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar