Jumat, 19 Juli 2013

(OPINI) Ramadhan, Momentum Back To Reading Qur'an

Ditulis Oleh: Muliadi Abd
Mahasiswa Tafsir-Hadits, Fakultas Ushuluddin, IAIN Ar-Raniry

Al-Qur'an merupakan kitab yang diturunkan oleh Allah swt kepada 
Nabi saw. Al-Qur'an juga menjadi sebagai petunjuk bagi umat Islam di seluruh alam jagat raya ini.

Seiring berkembangnya zaman, Al-Qur'an seolah-olah hanya tinggal menjadi sebuah kitab yang memiliki tulisan. Hal ini disebabkan oleh sibuknya manusia-manusia dalam meniti karirnya di masa depan. Sungguh memilukan apabila kita melihat fenomena ini. Bagaimana Islam akan
kembali maju jika Al-Qur'an hanya menjadi pajangan-pajangan di atas lemari. 

Menanggapi persoalan tersebut, Ramadhan hadir di tengah-tengah kelalaian kita. Ramadhan menjadi bulan yang membuat 
orang-orang kembali
membaca Al-Qur'an. Meskipun masih ada segelintiran manusia-manusia yang luput dari hidupnya akan membaca Al-Qur'an.

Perlu kita ketahui bersama, bahwa bukan dengan mudah Al-Qur'an itu menjadi bentuk seperti yang kita lihat di masa kini.
Darah dan nyawa menjadi taruhan oleh orang-orang terdahulu dalam menyampaikan anjuran maupun perintah yang terdapat di dalam Al-Qur'an. Apakah kita hanya dapat menjadikan itu semua menjadi sebuah kisah atau sejarah Islam di masa lampau?. Rasanya sangat memalukan dengan kita menjadi generasi selanjutnya, Islam bukan semakin maju akan tetapi Islam semakin mundur. Kemanakah hati nurani kita yang cinta pada Allah, Rasul, serta Kitab-Nya?. Tentu hal tersebut, kita usahakan untuk tidak menjadi sebatas simbolis ataupun sebuah perkataan yang tidak sampai ke dalam hati.

Oleh karena itu, dengan momentum ramadhan pada tahun ini, mari kita jadikan bulan yang suci ini menjadi pengembalian diri kita untuk senantiasa mencintai dan membaca Al-Qur'an.
Terlebih ramadhan merupakan bulan turunnya kalam Allah tersebut seperti yang tersirat di dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 185. Sungguh Al-Qur'an menjadi kitab sebagai petunjuk bagi manusia, agar dapat membedakan antara yang haq dan bathil, atau antara yang benar dan salah.

Mari jadikan ramadhan sebagai momentum back to reading Al-Qur'an, yaitu momentum kembali membaca Al-Qur'an.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar