Editor : Muliadi Abd.
Akal adalah suatu pemberian Tuhan kepada
Hamba-Nya yang digunakan untuk berfikir segala hal. Ia juga digunakan untuk
memilih serta memilah suatu hal. Akal dapat dikatakan sebagai kepala suku atau
kepala kelompok terhadap anggota badan. Disebabkan tergeraknya anggota badan
itu adalah karena perintah dari akal tersebut sebagai motorisasi.
Perlu diketahui jika akal anda itu berefek
negatif, maka hasilnya akan menimbulkan hal yang negatif pula. Begitupun sebaliknya jika akal anda berefek positif, maka
akan menghasilkan sesuatu yang positif. Oleh kerena itu, pandai-pandailah dalam
menggunakan akal.
Nafsu juga pemberian Tuhan kepada seluruh
makhluknya. Nafsu juga kerap kaitannya dengan emosional. Istilah nafsu lebih
dekat kepada hal yang negatif. Lalu bagaimana jika akal vs nasfu?. Jika kita
melihat realita sekarang, maka jawabannya nafsu lebih berkuasa daripada akal. Buktinya
ialah dengan kita melihat banyak tindakan kriminal yang terjadi sehari-hari. Seperti
perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, pencuriaan, dan juga kemalasan yang tak
lepas penyebabnya dari nafsu itu sendiri. Maka dalam ini, kita harus mengakui
bahwa nafsu itu lebih berkuasa di dalam di jiwa manusia daripada kegunaan akal
itu sendiri.
Lalu sekarang bagaimana cara kita untuk bisa
mengendalikan nafsu negatif?. Dan cara apakah yang dapat digunakan, untuk lebih
mengedepankan akal sehat kita?.
Salah satu caranya ialah dengan melihat
anjuran di dalam ajaran agama Islam. Di karenakan dalam ajaran Islam, Allah swt
menganjurkan hamba-Nya untuk lebih meningkatkan kegiatan spritual kita seperti shalat, zakat,
dsb. Dengan demikian, ‘Insya Allah kita akan mampu untuk lebih menggunakan akal
sehat daripada nafsu kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar