Minggu, 02 Juni 2013

(OPINI) KEONTETIKAN AL-QUR'AN



Oleh:   Muhammad Iqbal, Mahasiswa Tafsir-Hadits, Fak. Ushuluddin, IAIN Ar-Raniry.
Editor: Muliadi Abd

Agama samawi adalah agama yang Allah turunkan dari langit. Agama itu adalah: Yahudi, Nasrani, dan Islam. Ketiga agama ini merupakan agama yang Allah ridhai, baik dari segi hukumnya maupun kebenarannya.

Mengapa agama Islam diturunkan terakhir?? karena agama Islam merupakan agama penyempurna daripada agama Yahudi dan Nasrani. Dapat dikatakan agama pelengkap. Jadi jelas bahwa tidak ada agama setelah agama Islam yang diridhai oleh Allah.

Dalam Al-Quran surat Al-Baqarah, Allah menjelaskan bahwa "celakalah orang-orang yang menulis kitabnya dengan tangan mereka sendiri, kemudian mereka berkata kitab ini dari sisi Tuhan......."

Ayat di atas menjelaskan bahwa agama yang berkembang sekarang adalah merupakan agama yang dibuat-buat oleh manusia itu sendiri, Seperti Budha, Hindu, Protestan, Khatolik, Khongu Chu. Bagi penganut agama tersebut mereka tidak boleh menghafal kitabnya dan tidak dibenarkan untuk mengkaji atau meneliti terlalu dalam tentang agama mereka. mengapa??? dikhawatirkan akan terbongkar ketidakbenaran agama tersebut. di sinilah terkadang Filsafat itu muncul. akan tetapi di dalam agama Islam malah dianjurkan untuk menelaah lebih lanjut Al-Quran, bahkan dianjurkan untuk menghafalnya. ini menandakan bahwa Al-Quran benar-benar dijaga oleh Allah dalam hal keontetikannya.

Allah berfirman " sesungguhnya kami telah menciptakan Adz-Dzikra dan kami pula yang menjaganya". 
 
Bacaan ini ditulis sebagai bahan renungan untuk lebih meyakinkan kepada intelektual muslim, mengenai keontetikan Al-Quran serta hukum yang terkandung di dalamnya. semoga Allah memberikan penerangan kepada orang-orang yang belum memeluk agama Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar