Ditulis oleh: Muliadi Abd
Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, IAIN Ar-Raniry
Angkatan 2011.
MENDALAMI Al-quran, surah al-Hujurat ayat 13 sangatlah
penting untuk kehidupan umat manusia yang berada di Aceh. terlebih daerah
seramoe mekkah adalah salah satu Provinsi di Indonesia yang kebanyakan beragama
Islam.
Menurut Firman Allah swt dalam surah al-Hujurat tersebut
yang artinya: “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang
laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan
bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah
ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui
lagi Maha Mengenal”) al-Hujurat, 13).
Menurut Ishaq Al-Mushilli Dalam kitab Terjemahan Tafsir
Al Maragi Juz 26, cetakan tahun 1992, halaman 234, karangan Ahmad Mustafa Al
Maragi, mengatakan: “Manusia di alam yang nyata ini adalah sama. Ayah mereka
adalah Adam dan ibunya adalah Hawa. Jika mereka mempunyai kemuliaan pada
asal-usul mereka yang patut di banggakan, maka tak lebih dari tanah dan air”.
Penjelasan Secara Umum
Pada ayat yang disebutkan di atas. Allah lebih
menegaskan lagi larangan menghina, memanggil dengan gelar yang buruk, mengejek
dan lain-lain sebagainya kepada sesama masyarakat. Allah menerangkan bahwa
manusia seluruhnya berasal dari seorang ayah dan seorang ibu yaitu Adam dan
Hawa. Maka kenapa saling mengolok-olok sesama saudara hanya saja karena allah
menjadikan manusia itu bersuku-suku dan berkabilah-kabilah yang berbeda-beda,
agar di antara mereka terjadi salaing mengenal dan tolong menolong dalam
kemaslahata mereka yang bermacam-macam.
Sebab Turun Ayat Tersebut
Abu Daud menyebutkan ayat ini turun mengenai
Abu Hindin. Ia adalah seorang pembekam Nabi saw. katanya bahwa Rasulullah saw.
Menyuruh Bani Bidayah agar mengawinkan Abu Hindin dengan seorang wanita dari
mereka. Maka mereka berkata kepada Rasulullah saw. Apakah kami harus
mengawinkan anak-anak perempuan kami dengan bekas-bekas budak kami?. maka Allah
menurunkan ayat tersebut.
Kemudian ayat tersebut juga dikuatkan dengan
adanya hadits Nabi yang diriwayatkan dari Abu Malik Al-Asy’ari. Ia berkata
bahwa Rasulullah saw Bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada
pangkat-pangkat kalian dan tidak pula kepada nasab-nasabmu, dan tidak pula
kepada tubuhmu, dan tidak pula kepada hartamu, akan tetapi memandang pada
hatimu. Maka barang siapa mempunyai hati yang saleh, maka Allah belas kasih kepadanya.
Kalian tak lain adalah anak cucu Adam. Dan yang paling dicintai Allah di antara
kalian ialah yang paling bertakwa di antara kalian.
Visit my blog at www.jamiatulqurrawalhuffadz.blogspot.com
BalasHapus