Rabu, 05 Juni 2013

(ARTIKEL) Masyarakat Dan Sosial Menurut Al-Quran



Ditulis oleh: Muliadi Abd
Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, IAIN Ar-Raniry Angkatan 2011.

MENDALAMI Al-quran, surah al-Hujurat ayat 13 sangatlah penting untuk kehidupan umat manusia yang berada di Aceh. terlebih daerah seramoe mekkah adalah salah satu Provinsi di Indonesia yang kebanyakan beragama Islam.

Menurut Firman Allah swt dalam surah al-Hujurat tersebut yang artinya: “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal) al-Hujurat, 13).

Menurut Ishaq Al-Mushilli Dalam kitab Terjemahan Tafsir Al Maragi Juz 26, cetakan tahun 1992, halaman 234, karangan Ahmad Mustafa Al Maragi, mengatakan: “Manusia di alam yang nyata ini adalah sama. Ayah mereka adalah Adam dan ibunya adalah Hawa. Jika mereka mempunyai kemuliaan pada asal-usul mereka yang patut di banggakan, maka tak lebih dari tanah dan air”.

Penjelasan Secara Umum
Pada ayat yang disebutkan di atas. Allah lebih menegaskan lagi larangan menghina, memanggil dengan gelar yang buruk, mengejek dan lain-lain sebagainya kepada sesama masyarakat. Allah menerangkan bahwa manusia seluruhnya berasal dari seorang ayah dan seorang ibu yaitu Adam dan Hawa. Maka kenapa saling mengolok-olok sesama saudara hanya saja karena allah menjadikan manusia itu bersuku-suku dan berkabilah-kabilah yang berbeda-beda, agar di antara mereka terjadi salaing mengenal dan tolong menolong dalam kemaslahata mereka yang bermacam-macam.

Sebab Turun Ayat Tersebut
Abu Daud menyebutkan ayat ini turun mengenai Abu Hindin. Ia adalah seorang pembekam Nabi saw. katanya bahwa Rasulullah saw. Menyuruh Bani Bidayah agar mengawinkan Abu Hindin dengan seorang wanita dari mereka. Maka mereka berkata kepada Rasulullah saw. Apakah kami harus mengawinkan anak-anak perempuan kami dengan bekas-bekas budak kami?. maka Allah menurunkan ayat tersebut.
Kemudian ayat tersebut juga dikuatkan dengan adanya hadits Nabi yang diriwayatkan dari Abu Malik Al-Asy’ari. Ia berkata bahwa Rasulullah saw Bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada pangkat-pangkat kalian dan tidak pula kepada nasab-nasabmu, dan tidak pula kepada tubuhmu, dan tidak pula kepada hartamu, akan tetapi memandang pada hatimu. Maka barang siapa mempunyai hati yang saleh, maka Allah belas kasih kepadanya. Kalian tak lain adalah anak cucu Adam. Dan yang paling dicintai Allah di antara kalian ialah yang paling bertakwa di antara kalian.

1 komentar: